WARTABANJAR.COM - Badan Nasioal Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan dan Jambi.

Penguatan dilakukan melalui operasi udara, operasi darat, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan juga terus diperkuat melalui operasi udara dan darat.

Armada operasi udara terdiri atas dua unit patroli dan tiga unit water bombing.

Pada Minggu (23/8), dua helikopter water bombing aktif melaksanakan total 243 kali penjatuhan air dengan volume 1.029.000 liter dan berhasil menangani sekitar 13 hektare lahan.

Baca Juga Kabel Semrawut Kerap Hantui Ruas Jalan, Akademisi: Banjarmasin Terkesan Kota Kumuh

Baca Juga Hamidah Tak Sadar Rumahnya Sudah Dilalap Jago Merah, Tujuh Rumah Terbakar di Pemurus Baru Banjarmasin

Sementara itu, operasi darat dilakukan di 11 wilayah dengan dukungan sedikitnya 714 personel. Tercatat seluas 40,9 hektare berhasil ditangani hingga Minggu (23/8).

Di Kalimantan Barat, operasi udara terus diperkuat melalui water bombing.

Pada Minggu (23/8), operasi empat unit water bombing dilaksanakan sebanyak delapan sortie dengan total 223 kali penjatuhan air sebanyak 1.052.000 liter. Dari operasi tersebut, dilaporkan estimasi luas lahan yang berhasil ditangani sekitar 13 hektare.

Untuk mendukung penanganan tersebut, OMC dilaksanakan pada periode 22–27 Agustus 2026 di wilayah Kalimantan Barat.

Pada Minggu (23/8), sebanyak tiga sortie dengan total 3.000 kg bahan semai dilakukan untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Satu unit armada patroli juga dikerahkan untuk memantau wilayah terdampak.

Di samping operasi udara, operasi darat juga terus dilakukan oleh BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, DLHK, dan unsur lainnya.

Luas lahan yang dilakukan pemadaman darat hingga Minggu (23/8) diperkirakan mencapai 104,8 hektare. Potensi pengerahan personel gabungan di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel.

Penguatan operasi juga dilakukan di Kalimantan Tengah.

Operasi udara melibatkan dua armada patroli yang menemukan total 25 fire spot.

Sementara itu, operasi water bombing dilaksanakan oleh tiga helikopter yang aktif beroperasi. Ketiganya melakukan total 159 kali penjatuhan air.