KKN 234 Mahasiswa UNBL di Tanah Laut Berakhir, Rektorat dan Pemkab Setuju Program Dilanjutkan
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Sebanyak 234 mahasiswa Universitas Borneo Lestari (UNBL) resmi ditarik dari lokasi Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) setelah menyelesaikan program pengabdian di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (24/8/2026).
Penutupan kegiatan yang berlangsung di Aula Rakat Mufakat Hutan Jati Pelaihari tersebut menandai berakhirnya masa bakti mahasiswa dari empat program studi yang fokus pada penguatan layanan kesehatan serta kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Program tiga minggu ini menempatkan para mahasiswa di 31 desa yang tersebar di Kecamatan Takisung, Batu Ampar, dan Panyipatan.
Baca juga: FASI Ke-10 Tanah Laut Diikuti 329 Peserta, Pemenang Bakal Dikirim ke Tingkat Provinsi Kalsel
Baca juga: Transaksi Pekan Raya Kemerdekaan di Tanah Laut Capai Rp923 Juta
Para peserta yang berasal dari Program Studi S1 Farmasi, S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Gizi, dan S1 Manajemen tersebut menjalankan berbagai program aksi akademik langsung di lapangan.
Pelaksanaan program bertujuan mengaplikasikan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi sekaligus menjawab tantangan kebutuhan nyata warga pedesaan.
Penutupan acara ditandai dengan apresiasi dari pemerintah daerah setempat yang menilai tema "Desa Sehat Berdaya, Inovasi Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal" sangat relevan bagi kemajuan desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Pemkab Tala menekankan bahwa kemajuan wilayah pedesaan tidak semata-mata bergantung pada pembangunan fisik infrastruktur, melainkan juga pada peningkatan kualitas kesehatan, kepedulian lingkungan, serta ketahanan ekonomi lokal.
Hasil perintisan inovasi oleh mahasiswa diharapkan terus dilanjutkan oleh perangkat dan warga desa setempat agar memberikan dampak jangka panjang.
Dalam sambutannya, pihak kampus turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya KKN-PPM sekaligus rasa simpati mendalam atas situasi bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa daerah di Indonesia.
Momentum penutupan ini diisi dengan doa bersama untuk keselamatan daerah-daerah terdampak.