WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Tubuh Hamidah nyaris dilalap api dalam insiden kebakaran di Gang Ridha, Jalan Prona 4, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Senin (24/08/2026) subuh.

Beruntung, teriakan "api...api...api..." membuat perempuan pedagang berusia 29 tahun itu tersadar, saat jago merah tengah membara melahap material papan-papan rumah yang ditempatinya.

Peristiwa kebakaran tersebut bemula dari bunyi ledakan yang cukup besar. Hamidah tidak tahu pasti itu ledakan apa. 

Saat ledakan itu terjadi, Hamidah sedang asyik menyiapkan dagangannya berupa makanan.

Kedua anak dan suami Hamidah sedang tertidur saat ledakan itu terjadi. Hamidah tak menghiraukan bunyi ledakan tersebut, karena mengira itu hanyalah bunyi petasan. Ia pun tetap menyiapkan jualan makanannya.

Selang beberapa detik dari bunyi ledakan tersebut, Hamidah kaget api sudah membakar rumahnya dan bangunan tetangga.

"Ada bunyi ledakan kencang benar, tidak tahu itu bunyi apa, kukira siapa subuh-subuh main petasan. Saya lagi siap-siap jualan. Tidak mikir itu kebakaran atau apa," kata Hamidah saat ditemui Wartabanjar.com di lokasi kejadian. 

"Santai saja setelah ledakan itu, fokus mau jualan. Tiba-tiba ada yang teriak api...api...api... Kaget, terus panggil suami anak-anak ke luar rumah. Pas di luar api sudah besar membakar," lanjut Hamidah.

Baca Juga: Data Sementara 7 Rumah Terbakar di Pemurus Baru Banjarmasin

Baca Juga: Subuh Membara di Pemurus Baru Banjarmasin, Kebakaran Lalap Bangunan di Gang Ridha

Api diduga berasal dari rumah yang ditempati Masnah. Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, sebanyak tujuh bangunan terdampak, dengan rincian lima unit rumah tinggal milik warga hangus rata tanah atau rusak parah, satu unit rusak sedang, dan satu rumah berbahan beton rusak ringan.

Menurut Ketua RT, Suryadi, ada 32 jiwa termasuk anak-anak terdampak kebakaran. Sementara itu, dirinya tengah berkoordinaasi dengan pihak Kelurahan Pemurus Baru untuk distribusi bantuan bagi para korban.