Terkait dengan operasi OMC, tim BNPB terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan waktu paling efektif dalam melaksanakan operasi OMC di wilayah terdampak.

Di samping itu, satgas darat berhasil menangani 55,63 hektare lahan terbakar hingga Minggu (23/8).

Dalam pelaksanaan operasi darat tersebut, penanganan didukung sekitar 10.700 personel yang terdiri atas BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, dan Manggala Agni.

Adapun di Provinsi Jambi, pemantauan melalui dua armada patroli udara menemukan sebanyak 14 fire spot.

Operasi water bombing secara kumulatif hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan. Pada saat yang sama, operasi darat masih berlangsung di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman, dan pendinginan.

Sementara itu, OMC di Provinsi Jambi telah selesai dilaksanakan pada 3–12 Juni 2026 menggunakan satu armada sebanyak 13 sortie dengan total 12.991 kilogram bahan semai NaCl.

Secara keseluruhan, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan operasi udara dan darat, pemantauan hotspot, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah meluasnya karhutla dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat. (Wartabanjar.com/BNPB)