Sholat Istisqa di Masjid Sabilal Muhtadin: Imam H Ahmad Sawiti, Khatib Guru Humaidi
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Selasa (25/8/2026) pagi, masyarakat dapat mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.
Sholat memohon turunnya hujan tersebut akan diadakan di lapangan kompleks masjid mulai pukul 07.30 Wita.
Selain masyarakat, direncanakan Gubernur Kalsel H Muhidin dan jajaran Forkopimda akan mengikuti Sholat Istisqa ini.
“Insya Allah dihadiri Gubernur Kalsel Bapak Muhidin beserta Forkopimda dan pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah),” ucap Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, Senin (24/8/2026).
Yang akan bertindak sebagai imam dalam Sholat Istisqa adalah Ustaz H Ahmad Sawiti.
Sementara Ustaz H Ilham Humaidi (Guru Humaidi) akan menjadi khatib.
Sholat Istisqa digelar sebagai upaya memohon pertolongan Sang Mahakuasa di tengah musim kemarau panjang dan maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berdampaknya pekatnya kabut asap.
Baca Juga: Karhutla Kalsel Capai 1.818 Kejadian, Luas Terbakar 8.620 Hektare
Baca Juga: Menteri LH Tinjau Karhutla di Banjarbaru, 11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Bakar Lahan
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, hingga 23 Agustus 2026 ini tercatat 1.818 kejadian karhutla, dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 8.620 hektare.
Tiga daerah dengan kejadian karhutla tertinggi adalah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.
Sementara berdasarkan perkiraan luasan lahan terbakar, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan luasan tertinggi, disusul Tanah Laut dan Banjarbaru.
Saat ini delapan kabupaten/kota di Kalsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
Yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan. PanduanKota & Daerah
Sementara Kabupaten Tabalong dan Tanah Laut masih dalam proses penetapan status.
Untuk Tanah Bumbu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan status yang berkaitan dengan kondisi kekeringan.
"Semoga Sholat Istisqa ini menjadi momentum untuk bersama-sama berdoa sekaligus melakukan ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat," kata Thambrin.