Karhutla Kalsel Capai 1.818 Kejadian, Luas Terbakar 8.620 Hektare
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus menjadi perhatian pemerintah. Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 1.818 kejadian karhutla, dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 8.620 hektare.
Data tersebut disampaikan Arian, Kasubdit Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, saat memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat, di Pos Lapangan 1 Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Kalsel 2026, di Jalan Bangun Praja, Banjarbaru, Senin (24/08/2026).
Dalam pemaparannya, Arian mengatakan angka tersebut berdasarkan hasil pemantauan visual di lapangan.
Namun, angka luasan lahan terbakar masih akan dianalisis dan dihitung kembali bersama Kementerian Kehutanan, untuk mendapatkan data resmi.
“Sampai 23 Agustus kemarin, ada 1.818 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan yang sudah tercatat, dengan perkiraan luas lahan terbakar 8.620 hektare berdasarkan hasil pantauan visual di lapangan,” kata Arian.
Ia menjelaskan, tiga daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi berada di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut.
Sementara berdasarkan perkiraan luasan lahan terbakar, Kabupaten Banjar menjadi daerah dengan luasan tertinggi, disusul Tanah Laut dan Banjarbaru.
Baca Juga: Kabut Asap, Kualitas Udara ISPU di Kalsel Masuk Kategori Tidak Sehat
Baca Juga: Sebanyak 1.000 Personel Disiapkan Tangani Tiga Lokasi Prioritas Perangi Karhutla Kalsel
Delapan Daerah Tetapkan Status Siaga
Arian menyebut saat ini terdapat delapan kabupaten/kota yang telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
Kedelapan daerah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.
Sementara Kabupaten Tabalong dan Tanah Laut masih dalam proses penetapan status. Untuk Tanah Bumbu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan status yang berkaitan dengan kondisi kekeringan.
Hotspot Meningkat pada Juli-Agustus
Dalam pemaparan tersebut juga disebutkan adanya peningkatan titik panas (hotspot), terutama pada Juli dan Agustus 2026. Kenaikan paling signifikan terlihat pada Agustus.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kalsel tengah menghadapi periode kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.