Kelelatu Hujani Kandang Ambon di Berau Kaltim, Orangutan Indonesia Bisa Kabur ke Malaysia
WARTABANJAR.COM, TANJUNG REDEP - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah merambah Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Beberapa titik api muncul dan pernah hanya berjarak sekitar 500 meter dari pusat rehabilitasi orangutan milik Centre for Orangutan Protection (COP).
Kelelatu atau abunya bahkan telah menghujani kandang orangutan bernama Ambon.
Sementara ini, menurut Direktur COP Daniek Hendarto, kondisi Ambon masih baik.
COP pun telah menyiapkan skenario terburuk termasuk mengevakuasi Ambon ke Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) yang berada di Kampung Tasuk, Berau.
Baca juga: Rp6 Miliar dari RANS Plus Dudas Minus One untuk Korban Gempa NTT dan Karhutla Kalimantan
Baca juga: Kebakaran Pasar Sudimampir Banjarmasin, Pedagang Kaget Asap Mengepul dari Lapak Hj Muddah
Persiapan evakuasi telah dilakukan mulai dari personel, kandang transport hingga kebutuhan medis.
Kebakaran di KHDTK Labanan terpantau sejak 8 Agustus dan upaya pemadaman terus berlangsung.
Hal ini tidak mudah karena keterbatasan akses, sumber air hingga personel.
Habitat orangutan di Kalimantan Barat juga mulai terdampak musim panas ekstrem.
Tiga orangutan keluar dari habitatnya hingga mendekati area pemukiman serta perkebunan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
Tim gabungan yang terdiri atas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melangsungkan aksi penyelamatan satu keluarga orangutan itu pada Jumat (21/8/2026).
Mereka terdiri atas satu induk betina bernama Mamak Yuni (18), putranya yakni Pura (10 bulan) dan satu individu betina yakni Yuni (8).
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menjelaskan pergerakan satwa menuju area sekitar pemukiman dan perkebunan warga terjadi akibat kondisi alam musim kemarau serta dampak cuaca panas yang mengganggu koridor habitatnya.
Guna mengantisipasi potensi interaksi negatif serta memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, BKSDA Kalbar mengambil tindakan dengan memindahkan orangutan Kalimantan ke area konservasi yang jauh lebih aman.