WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Lima hari sudah gempa yang melanda Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kekuatan magnitudo 7,7 berlalu.

Gempa tektonik yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) itu mengakibatkan 72 orang meninggal dunia, 900 orang luka dan ribuan warga mengungsi. 

Sejumlah bangunan beton yang terdiri atas rumah warga dan sekolah rata tanah.

Meski gempa besar telah berguncang lima hari yang lalu, ketakutan bahkan rasa trauma terus menyelimuti warga Pulau Flores.

Apalagi gempa susulan masih terjadi hingga Kamis (20/8/2026). 

Baca juga: Empat Keluarga di Mataraman Banjar Mengungsi, Pemadam Kebakaran Kesulitan Air

Di antaranya warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang cemas karena getaran susulan kerap mereka rasakan. 

Lebih dari 100 warga Nangahale yang mayoritas perempuan dan anak-anak mengungsi di lokasi yang aman. 

Di tempat pengungsian, mereka tidur beralaskan terpal dan mendapatkan layanan pengecekan tensi darah dari tenaga kesehatan. 

Seorang tenaga kesehatan dari Maumere NTT, yang memberi layanan medis di Nangahale, Yusta Raing, mengatakan kondisi para pengungsi rerata mengalami tensi darah tinggi karena trauma gempa.

"Di posko pengungsi mandiri Nangahale, para pengungsi rata-rata tensi tinggi. Mungkin efek panik dan trauma masa lalu termasuk gempa tsunami tahun 1992," kata Yusta Raing saat dihubungi Wartabanjar.com dari Banjarmasin, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: Meski Terluka Parah Herliani Ingin Kembali ke Rumah yang Terbakar untuk Menolong Kakaknya

Lebih lanjut Yusta membeberkan bahwa dampak gempa di Nangahale tidak terlalu parah. 

"Kami di sini tidak terlalu parah dampaknya. Tapi warga mengungsi mandiri karena takut takut air laut naik soalnya gempa susulan banyak," katanya.

Salah satu wilayah terdampak parah adalah Pulau Palue. 

Informasi yang diterima Wartabanjar.com dari salah seorang relawan, Rito Naga, kondisi di Palue cukup memprihatinkan. 

Beberapa titik di wilayah itu terutama Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Sikka, terisolasi karena tertutup material longsor.