WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN -  Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur H Muhidin mengatakan, penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran. 

H Muhidin berharap seluruh elemen masyarakat, perusahaan, mahasiswa, hingga aparat penegak hukum diminta mengambil peran aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran.

“Bersama-sama kita mencegah karhutla. Apabila melihat adanya tindakan yang mengarah kepada pembakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak yang berwenang,” tegas H Muhidin, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, Pemprov Kalsel juga terus memperkuat koordinasi dengan jajaran kepolisian, termasuk para Kapolres di wilayah masing masing. 

Gubernur meminta aparat penegak hukum mengusut secara tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan, termasuk apabila ditemukan keterlibatan perusahaan.

Baca Juga BEM se-Kalsel Geruduk Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin Ditutup

Baca Juga Pelajar 15 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai Pamarangan Kanan Tabalong

“Pelaku pembakaran harus ditindak tegas. Kita tidak ingin karhutla terus terjadi dan menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.

Selain aspek penegakan hukum, Gubernur H Muhidin juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan langkah perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Gubernur H Muhidin meminta kepada Dinas Kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada masyarakat sebagai salah satu langkah untuk mengurangi dampak paparan asap.

 Sementara itu, Dinas Pendidikan diminta menyampaikan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangannya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kabut asap dan kualitas udara.

H Muhidin juga mendorong keterlibatan masyarakat, perusahaan dan mahasiswa dalam membentuk kelompok atau tim swadaya yang dapat membantu upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan.

“Kalau masyarakat, perusahaan, adik-adik mahasiswa dan seluruh elemen bersama-sama membentuk tim swadaya, seperti barisan pemadam kebakaran, tentu akan sangat membantu petugas di lapangan,” pintanya.