Pelajar 15 Tahun Tenggelam Saat Mandi di Sungai Pamarangan Kanan Tabalong
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Seorang pelajar berusia 15 tahun, Rabani Akbar, warga Desa Mangkusip, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, ditemukan tenggelam di sungai di Desa Pamarangan Kanan, Kecamatan Tanta, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 12.45 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi setelah korban bersama 11 orang temannya pulang sekolah sekitar pukul 12.20 WITA.
Mereka kemudian berencana mandi dan berenang di sungai Desa Pamarangan Kanan.
Sebelum berangkat, korban sempat dilarang oleh rekannya, Fujianor dan beberapa teman lainnya.
Mereka mengetahui korban tidak bisa berenang.
Namun, larangan tersebut tidak dihiraukan. Setibanya di lokasi, salah seorang teman korban, M. Bayu Nugraga, terlebih dahulu terjun ke sungai untuk berenang.
Tidak lama kemudian, Rabani ikut terjun ke sungai.
Baca Juga 62 Kasus ISPA di Banjarbaru, Terus Naik di Tengah Kabut Asap Karhutla
Baca Juga 27 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin Selama Satu Bulan, Bakar Sampah Jadi Penyebab
Beberapa teman yang masih berada di pinggir sungai kemudian melihat korban mengangkat kedua tangannya sambil berteriak meminta pertolongan.
Tak lama berselang, posisi korban terlihat dengan kepala berada di bawah permukaan air dan punggung berada di atas permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, Fujianor dan teman-temannya meminta pertolongan warga sekitar.
Seorang warga bernama Tapah yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian turun ke sungai untuk memberikan pertolongan.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Tanta.
Kapolsek Tanta Ipda Aris Sufariyadi bersama personel kemudian mendatangi lokasi.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi sekitar kejadian, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., melalui Kasi Humas Polres Tabalong Iptu Heri Siswoyo, mengatakan korban merupakan siswa kelas II SMP Negeri 1 Tanta.
"Pihak keluarga korban telah mengetahui kejadian tersebut dan korban selanjutnya telah menjalani pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Tanta," kata Heri.
Menurutnya, pihak keluarga menerima kejadian tersebut. Keluarga juga menyatakan menolak tindakan autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan autopsi.