WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengalami peningkatan pada Agustus 2026, seiring kondisi kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Nurul Aulia, Epidemiolog Kesehatan sekaligus penanggung jawab program ISPA Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, saat ditemui di Kantor Dinkes Banjarbaru, Kamis (20/8/2026).

Menurut Nurul, hingga 13 Agustus 2026 tercatat 62 kasus ISPA, dan angka tersebut menunjukkan kenaikan dibanding periode sebelumnya.

Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, khususnya pelajar. Wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Liang Anggang, Landasan Ulin, Guntung Manggis dan Guntung Payung.

Dinkes Banjarbaru telah meningkatkan kewaspadaan di puskesmas serta menyiapkan pelayanan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga Kebakaran Lahan Tambak Buluh Banjarbaru Hanguskan Gudang Warga

Baca Juga Empat Keluarga di Mataraman Banjar Mengungsi, Pemadam Kebakaran Kesulitan Air

Sebanyak 9 rumah sakit dan 10 puskesmas disiagakan.

Dinkes juga membagikan masker dan mengajukan tambahan masker serta multivitamin untuk mendukung penanganan dampak kabut asap.

Nurul mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat kondisi udara memburuk, memperbanyak minum air dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Ia juga mengingatkan masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah selama musim kemarau.

"Jangan membakar lahan. Kurangi aktivitas di luar dan gunakan masker kalau kondisinya berat," imbaunya. (Wartabanjar.com)