62 Kasus ISPA di Banjarbaru, Terus Naik di Tengah Kabut Asap Karhutla
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengalami peningkatan pada Agustus 2026, seiring kondisi kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Nurul Aulia, Epidemiolog Kesehatan sekaligus penanggung jawab program ISPA Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, saat ditemui di Kantor Dinkes Banjarbaru, Kamis (20/8/2026).
Menurut Nurul, hingga 13 Agustus 2026 tercatat 62 kasus ISPA.
Dari sisi epidemiologi, angka 62 kasus pada Agustus belum dapat langsung disimpulkan sebagai penurunan maupun peningkatan tajam.
Pasalnya, data Agustus yang tersedia baru mencakup sebagian hari dalam satu bulan, sedangkan data bulan sebelumnya merupakan akumulasi selama hampir satu bulan penuh.
Baca Juga Kebakaran Lahan Tambak Buluh Banjarbaru Hanguskan Gudang Warga
Baca Juga Empat Keluarga di Mataraman Banjar Mengungsi, Pemadam Kebakaran Kesulitan Air
Hingga 11 Agustus 2026, total kasus ISPA yang tercatat sejak Januari mencapai 20.570 kasus, belum termasuk keseluruhan kasus pada sisa Agustus.
Jika dilihat berdasarkan pola bulanan, kasus ISPA menunjukkan pola bimodal, dengan puncak pertama terjadi pada Januari sebanyak 3.823 kasus dan puncak kedua pada April sebanyak 3.189 kasus.
Setelah mengalami penurunan pada Maret dengan 2.074 kasus, jumlah kasus relatif lebih stabil pada Mei dan Juni sebelum kembali meningkat pada Juli.
Pola ini konsisten dengan pola musiman ISPA klasik di daerah tropis dan perlu diwaspadai karena periode Juli-Agustus-September biasanya awal musim kemarau/kabut asap di Kalimantan Selatan.
Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, khususnya pelajar. Wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Liang Anggang, Landasan Ulin, Guntung Manggis dan Guntung Payung.
Dinkes Banjarbaru telah meningkatkan kewaspadaan di puskesmas serta menyiapkan pelayanan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Sebanyak 9 rumah sakit dan 10 puskesmas disiagakan.
Dinkes juga membagikan masker dan mengajukan tambahan masker serta multivitamin untuk mendukung penanganan dampak kabut asap.
Nurul mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat kondisi udara memburuk, memperbanyak minum air dan menjaga pola hidup bersih dan sehat.