Tips Sehat Atasi Lemak di Perut, Bahaya untuk Kesehatan
Tinggi garam, lemak jenuh, dan bahan pengawet yang memicu penumpukan lemak perut.
10. Alkohol (terutama bir)
Memperlambat pembakaran lemak dan membuat kalori berlebih berubah menjadi lemak perut.
Di bawah ini sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi visceral fat (lemak di perut).
1. Diet
Hingga saat ini belum terdapat metode diet yang mampu mengurangi lemak perut secara instan.
Namun, penerapan pola makan yang sehat disertai penurunan berat badan secara bertahap terbukti efektif dalam membantu mengurangi lemak viseral.
Sebelum menjalani program penurunan berat badan, kebutuhan energi harian sebaiknya disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
Pengaturan asupan kalori yang tepat, diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya serat, protein berkualitas, lemak sehat, vitamin, dan mineral, dapat membantu mengurangi penumpukan lemak viseral sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
2. Rutin berolahraga
Program penurunan berat badan akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila disertai dengan aktivitas fisik secara rutin.
Olahraga berperan penting dalam membantu membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh, termasuk lemak viseral, sehingga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik.
Aktivitas fisik intensitas sedang dianjurkan dilakukan selama minimal 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu.
Jenis olahraga yang dapat dipilih antara lain berjalan cepat, bersepeda, berenang, jogging, atau senam. Latihan kekuatan (strength training) sebanyak 2-3 kali per minggu juga bermanfaat untuk meningkatkan massa otot dan membantu proses pembakaran lemak secara lebih efektif.
3. Tidur / istirahat yang cukup
Kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan serta mendorong kecenderungan memilih makanan tinggi kalori, gula, dan lemak. Kondisi ini terjadi karena kurang tidur memengaruhi keseimbangan Hormon Ghrelin dan Leptin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur rasa lapar dan kenyang.
Peningkatan kadar Ghrelin serta penurunan kadar Leptin dapat merangsang otak untuk meningkatkan asupan makanan.