WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Mengenakan seragam veteran, Bernardus Martono bersama jajaran Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjar turut menghadiri upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RTH Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Senin (17/8/2026).

Momen ini membawa Martono kembali pada cerita perjuangan yang pernah dilaluinya, sekaligus pesan untuk generasi muda yang kini meneruskan estafet kemerdekaan.

Ketua DPC LVRI Kabupaten Banjar tersebut mengatakan keterlibatan anak muda dalam peringatan kemerdekaan menjadi hal yang membuatnya optimistis melihat generasi penerus.

“Luar biasa. Jadi semakin tahun semakin baik, semakin meningkat. Terutama untuk anak-anak muda dilibatkan dalam peringatan,” ujarnya.

Baca juga: Wakil Kalsel dari SMAN 7 Banjarmasin Jadi Pengerek Bendera Upacara HUT RI di Istana Merdeka

Baca juga: Kisah Hamidhan Sebarkan Kabar Kemerdekaan di Kalimantan, Berjuang Lawan Sensor Jepang

Di balik apresiasinya terhadap generasi muda, Martono menitipkan pesan agar semangat perjuangan para pendahulu tetap dijaga.

“Hanya satu pesan saya, yaitu supaya menjaga jiwa juang Angkatan '45. Itu yang saya harapkan, semoga generasi muda yang akan meneruskan itu tetap mempunyai semangat jiwa perjuangan,” katanya.

Martono menilai bentuk perjuangan memang telah berubah. 

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan, kini semangat tersebut dapat diteruskan melalui pembangunan.

“Tetapi sekarang berjuang untuk pembangunan yang adil dan beradab. Itu yang kami harapkan. Dan saya yakin semua bangsa Indonesia mengharapkan keadilan dan kesejahteraan yang merata,” tuturnya.

Martono bukan orang yang asing dengan pengalaman penugasan.

Ia mengaku pernah ikut dalam sejumlah operasi mulai dari Irian pada 1971 hingga Timor Timur pada 1975.

“Terus untuk Kalimantan Utara, dulu zamannya masih konfrontasi dengan Malaysia. Yang terakhir Timor Timur tahun '75, saya mendarat pertama kali di Dili, sekarang jadi Timor Leste,” ungkapnya.

Ingatan Martono tentang masa perjuangan juga tidak hanya berasal dari pengalaman yang ia jalani sendiri. 

Ia lahir pada 1946 dari keluarga tentara yang merupakan anggota BKR gugur dalam pertempuran memperjuangkan kemerdekaan.