Dana Operasional dari Pemerintah Telat, SPPG di Palangka Raya Sempat Tutup
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Setelah setop pada Kamis (13/8/2026), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menteng 02 Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) rencananya Kembali menyalurkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah pada Jumat (14/8/2026).
Penghentian program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut diputuskan karena dana operasional dari pemerintah pusat tidak cair.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra, membenarkan keterlambatan pencairan dana operasional.
Ini tidak hanya terjadi di Palangka Raya, tetapi juga dialami SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
“Tetapi untuk Menteng 02 hanya tutup sementara dan langsung kembali beroperasi,” ujarnya.
Baca juga: Dari Utang Rp 2,1 Triliun, Pemerintah Pusat Baru Bisa Cicil Rp28,2 Miliar ke Kaltim
Baca juga: Anggaran Dipotong Pemerintah Pusat, Pemko Samarinda Tiadakan Pawai HUT Ke-81 RI
Sebelumnya, SPPG Menteng 02 di Jalan Temanggung Tilung XII mengeluarkan pengumuman akan berhenti beroperasi mulai 13 Agustus 2026 hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
Dalam pemberitahuan tersebut diungkapkan bahwa keterlambatan top up dana operasional membuat satuan pelayanan tidak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional, khususnya pembelian bahan baku.
“Untuk pembelian bahan baku biasanya kita siang. Karena dananya keluar malam, kami tidak sempat membeli bahan baku,” kata Kepala SPPG Menteng 02, Kevin.
Keterlambatan masuknya dana bantuan operasional membuat pihaknya tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pembelian bahan pangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Kevin memastikan kondisi tersebut tidak akan berdampak panjang terhadap pelayanan program MBG.
Setelah dana bantuan operasional diterima, seluruh kebutuhan langsung dipersiapkan agar pelayanan kembali berjalan normal.
“Besok kita sudah operasi kembali seperti biasanya,” pungkasnya.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, menjelaskan sekarang SPPG tidak boleh lagi menggunakan dana talangan.
Jika terjadi keterlambatan top up, operasional bisa berhenti.
Menurut Elisa, operasional SPPG sangat bergantung pada ketersediaan dana untuk pengadaan bahan baku.