85 Murid di Kukar Kaltim Mules Muntah Usai Santap Pentol MBG, Tiga Anak Harus Rawat
Begitu mendengar banyak anak-anak sakit usai menyantap MBG dan dibawa ke Puskesmas, Camat Sebulu Edy Fahruddin bergegas mendatanginya.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Senin sekitar pukul 09.00 Wita, tidak lama setelah para siswa menyantap menu MBG.
Awalnya, laporan hanya berasal dari satu sekolah, namun kemudian bertambah setelah ditemukan korban dari sekolah lain.
Setelah muncul dugaan keracunan, seluruh makanan yang belum sempat dibagikan langsung ditarik sebagai langkah antisipasi.
Terkait dugaan penyebab keracunan, Edy menyebut informasi sementara yang diterimanya mengarah pada menu pentol beserta bumbunya.
"Namun itu baru informasi awal. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan, harus menunggu hasil investigasi," tegasnya.
Salah seorang korban adalah anak laki-laki Nur Helva yang berusia 9 tahun dan duduk di bangku kelas IV.
Di Puskesmas Sebulu I, Nur Helva mengatakan anaknya mulai mengeluhkan sakit perut tidak lama setelah menyantap menu MBG di sekolah pada Senin pagi.
Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi, sayur, tahu, telur, dan pentol berbumbu.
Menurut Helva, anaknya hanya memakan satu butir pentol dan langsung mengeluhkan rasa yang tidak enak.
"Setelah itu langsung muntah, pusing, dan sakit perut," kata Helva.
Ia mengatakan anaknya menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 Wita. Meski sudah merasakan gejala, putranya tetap bertahan hingga jam pulang sekolah sekitar pukul 12.00 Wita sebelum akhirnya dijemput keluarga.
Helva sempat membaca pemberitahuan di grup pesan sekolah mengenai sejumlah siswa mengalami keluhan serupa.
Di Puskesmas, anaknya sempat menjalani observasi selama sekitar satu jam. Akan tetapi, karena kondisinya tidak kunjung membaik, tenaga medis memutuskan melakukan rawat inap. (wartabanjar.com/tamam)