WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Drs H Abdullah, kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tanah Laut masa bakti 2026-2031. dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) VII di Aula Rakat Mufakat, Pelaihari, Kamis (30/07/2026).

Terpilihnya kembali figur yang juga pernah mengabdi sebagai Anggota DPRD Tanah Laut periode 2019-2024 ini, menegaskan kepercayaan penuh para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) terhadap kepemimpinannya dalam menjaga soliditas organisasi wredatama.

Dalam keterangannya usai penetapan secara aklamasi, Abdullah menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan potensi seluruh wredatama, dalam mendukung pelaksanaan program kerja organisasi lima tahun mendatang.

"Kami akan lebih meningkatkan lagi dalam melaksanakan program kerja PWRI Kabupaten. Meskipun para anggota PWRI yang sepoi-sepoi, tapi jangan lupa bahwa beliau punya pengalaman yang banyak," ujar Abdullah.

Pengalaman panjang yang dimiliki para anggota purnatugas di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah, dinilai masih sangat relevan untuk dimanfaatkan dalam penguatan tata kelola pembangunan wilayah. 

Baca Juga: Dorong Penguatan Sinergi Daerah Melalui Muskab VII PWRI, Pemkab Tanah Laut Apresiasi Pengabdian Purnatugas ASN

Baca Juga: Cegah Penangkapan Ikan Ilegal, Sat Polairud Polres Tala Sosialisasikan Pengawasan Sumber Daya Perikanan

"Oleh karena itu, kami mengharapkan pemerintah daerah ataupun siapa pun di lingkungan lebar ini, bisa memanfaatkan kebijakan yang pernah kami laksanakan di pedesaan," tambahnya.

Terkait penyusunan arah kebijakan organisasi ke depan, Abdullah mengingatkan pentingnya penyusunan program kerja yang rasional, serta menyesuaikan dengan kapasitas kemampuan pendanaan yang ada.

"Karena program kerja yang dibuat itu kan harus dibarengi dengan pendanaannya. Jadi program jangan muluk-muluk lah," tegas mantan Sekda Tanah Laut periode 2015-2016 tersebut.

Ia menekankan, agar pengurus tidak membebankan organisasi dengan rencana kegiatan yang terlampau berat, melainkan lebih memprioritaskan program yang praktis dan dapat direalisasikan oleh seluruh jajaran.