Lothar Matthaus Peringatkan Jurgen Klopp, Jangan Andalkan Prestasi di Level Klub
WARTABANJAR.COM - Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus, menyambut positif penunjukan Jurgen Klopp sebagai pelatih baru tim nasional Jerman.
Namun, dia mengingatkan bahwa reputasi besar yang dimiliki mantan pelatih Liverpool itu tidak akan berarti apa-apa, jika ia gagal mengembalikan performa Die Mannschaft (sebutan timnas Jerman) dalam waktu dekat.
Matthaus mengakui, pengalaman panjang Klopp menjadi nilai tambah dibanding pendahulunya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa publik dan media Jerman hanya akan menilai satu hal, yakni hasil di atas lapangan.
"Sekarang semuanya bergantung pada bagaimana itu diwujudkan. Terlepas dari karisma, kepribadian, dan semua kesuksesannya, Klopp tetap akan diukur dari hasil yang diraih," ujar Matthaus kepada Sky Sport.
Ia juga menilai kemampuan komunikasi menjadi salah satu kelebihan terbesar Klopp. Menurutnya, pelatih berusia 59 tahun itu memiliki peluang membangun hubungan yang lebih baik dengan para pemain, dibanding era sebelumnya.
"Klopp memiliki pengalaman yang lebih banyak. Komunikasi adalah salah satu kekuatan utamanya, dan saya yakin dalam hal itu dia bisa melakukan beberapa hal lebih baik daripada pendahulunya," tambah mantan kapten timnas Jerman tersebut.
Meski demikian, Matthaus mengingatkan bahwa sehebat apa pun seorang pelatih, ia tetap dibatasi kualitas pemain yang tersedia.
"Pada akhirnya dia tetap hanya bisa menurunkan sebelas pemain yang memiliki paspor Jerman," katanya.
Baca Juga: Zinedine Zidane Gantikan Deschamps di Timnas Prancis, Dikontrak Hingga 2030
Jurgen Klopp resmi ditunjuk menggantikan Julian Nagelsmann, setelah Jerman kembali tampil mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Penunjukkan ini membuat Klopp sampai meninggalkan masa rehatnya yang tenang sebagai Head of Global Soccer di Red Bull.
Penunjukan tersebut diharapkan menjadi awal kebangkitan tim, yang dalam beberapa tahun terakhir terus kesulitan, memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Sejak tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018, Jerman belum mampu menemukan kembali konsistensinya.