Lothar Matthaus Peringatkan Jurgen Klopp, Jangan Andalkan Prestasi di Level Klub
Hansi Flick maupun Nagelsmann gagal membawa perubahan signifikan, sehingga kini tanggung jawab besar berada di pundak Klopp.
Tidak perlu menunggu sampai Piala Dunia 2030. Performa Klopp sudah bakal dihakimi publik di UEFA Nations League 2026/2027, dan Euro 2028 di Inggris Raya.
Selain tekanan untuk meraih hasil, Lothar Matthaus juga menilai Klopp menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali komposisi skuad Jerman.
Dalam beberapa tahun terakhir, Die Mannschaft dinilai terlalu bergantung pada sejumlah pemain lama.
Padahal, para pemian lama itu tidak lagi mampu menampilkan performa terbaiknya di level internasional.
Menurut Matthaus, salah satu pekerjaan utama Klopp adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pemain yang tersedia. Lalu membuka peluang bagi wajah-wajah baru.
"Mungkin pada masa lalu ada beberapa pemain muda yang terlewat, karena pelatih sebelumnya lebih memilih pemain-pemain yang sudah memiliki posisi khusus di dalam tim, meski performanya tidak lagi sebaik dulu," ujarnya.
Meski berharap adanya penyegaran, Matthaus mengingatkan bahwa perubahan besar tidak akan terjadi dalam waktu singkat.
Ia menilai Klopp tidak bisa begitu saja menghadirkan pemain-pemain kelas dunia untuk mengatasi persoalan kedalaman skuad.
"Tentu Klopp tidak bisa menciptakan pemain baru. Namun saya yakin dia bersama staf pelatihnya akan melihat semua opsi yang ada, dan mencoba membentuk tim yang mampu membawa Jerman kembali ke level yang seharusnya," katanya.
Klopp sendiri diperkirakan langsung menghadapi ujian berat pada jeda internasional bulan depan.
Jerman akan memulai kampanye di UEFA Nations League dengan menghadapi Belanda, Yunani, dan Serbia.
Tiga lawan yang dinilai memiliki karakter permainan berbeda dan berpotensi menguji efektivitas racikan pelatih anyar tersebut.
Bagi Matthaus, keberhasilan Klopp nantinya tidak akan ditentukan oleh nama besar atau pencapaiannya bersama Borussia Dortmund maupun Liverpool.
Yang paling penting adalah apakah ia mampu mengembalikan identitas permainan Jerman, sekaligus membawa Die Mannschaft kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional. (Wartabanjar.com)