Pengalaman, ketenangan, dan kemampuan bangkit di laga-laga besar menjadi senjata utama tim besutan Lionel Scaloni.
Sorotan utama tentu tertuju pada Lionel Messi.
Di usia 39 tahun, sang kapten diperkirakan menjalani pertandingan terakhirnya di Piala Dunia.
Messi berpeluang mengantar Argentina mempertahankan gelar juara dunia di Qatar 2022 lalu.
Jika berhasil, Argentina akan menjadi negara pertama yang mempertahankan gelar sejak Brasil pada 1958 dan 1962.
Namun, Spanyol memiliki simbol era baru sepak bola dunia.
Lamine Yamal, remaja yang mencuri perhatian sepanjang turnamen, siap memimpin generasi baru La Roja.
Kisah Lamine Yamal yang pernah difoto bersama Messi saat masih bayi membuat final ini terasa seperti estafet antargenerasi: legenda yang menutup kariernya berhadapan dengan calon bintang masa depan.
Selain Lamine Yamal, Spanyol juga mengandalkan keseimbangan permainan melalui Rodri.
Sebaliknya, Argentina tetap bertumpu pada kreativitas Messi, ketangguhan Emiliano MartÃnez di bawah mistar, serta efektivitas Lautaro MartÃnez sebagai pembeda dari bangku cadangan.
Final ini diprediksi berlangsung ketat. Spanyol kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola, sedangkan Argentina mengandalkan transisi cepat, pengalaman, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Apa pun hasilnya, dunia sepak bola berpeluang menyaksikan salah satu final paling bersejarah dalam beberapa dekade terakhir: apakah era baru Spanyol dimulai, atau justru Messi menutup karier Piala Dunianya dengan kisah sempurna bersama Argentina.







