Di sisi lain, SDN 3 Mandingin menjadi satu-satunya sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang tidak menerima murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Padahal, kata Arif, sebelumnya sempat ada seorang calon peserta didik yang telah mendaftar dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi.
Namun, calon siswa tersebut akhirnya mengundurkan diri. Menurut Arif, salah satu penyebabnya adalah munculnya informasi mengenai rencana regrouping sekolah yang sempat disampaikan kepada orang tua.
Selain itu, letak sekolah yang hanya berjarak sekitar 650 meter dari SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur membuat sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke dua sekolah tersebut.
Kondisi lingkungan sekolah yang kerap terdampak banjir serta semakin berkurangnya jumlah anak usia sekolah di sekitar kawasan itu juga menjadi faktor yang memengaruhi jumlah peserta didik di SDN 3 Mandingin.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pihak sekolah untuk menarik minat masyarakat. Sebelum penerimaan peserta didik baru dimulai, guru-guru mendatangi rumah-rumah warga di sekitar sekolah untuk mengajak orang tua mendaftarkan anaknya ke SDN 3 Mandingin.
“Kegiatan door to door sudah kami lakukan sebelum penerimaan murid baru. Guru-guru mendatangi rumah warga untuk mengajak orang tua mendaftarkan anaknya ke SDN 3 Mandingin,” ujarnya.
Arif mengatakan kondisi tersebut membuat pihak sekolah berharap SDN 3 Mandingin tetap dapat mempertahankan proses pembelajaran, terutama karena sekolah tersebut juga melayani anak berkebutuhan khusus.







