WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA – Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyerahkan tiga tersangka pembunuhan tiga polisi ke Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.

Anggota sindikat narkoba itu menyerang tiga anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan hingga tewas.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, Bio, Ramblan dan Perie diserahkan beserta barang bukti di Palangka Raya.

Barang bukti yakni uang tunai Rp 13,1 juta, satu handphone iPhone 17 milik Bio, satu handphone merek Itel milik Perie, dan satu Mandau.

"Tersangka diserahkan beserta dengan surat keterangan dokter, surat kontrol, obat, dan barang bukti," kata Eko lewat keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga Reka Adegan Pembunuhan IRT di Pengaron Banjar, Suami Korban Sebut Ada yang Tak Sesuai

BACA JUGA: 19 Adegan Kasus Pembunuhan IRT di Pengaron Banjar Diperagakan, Terungkap Kronologi Hingga Hasil Visum

Ketiganya ditangkap di Kalimantan Timur pada Kamis (9/7/2026) . Mereka langsung diterbangkan ke Jakarta dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani perawatan karena ditembak polisi.

Sementara enam tersangka lain dalam kejadian di Desa Tumbang Kalemei Katingan pada Kamis (2/7/2026) dini hari masih ditangani Bareskrim.

Dari sembilan tersebut, Eko menjelaskan Sandy alias Ateng berperan membawa senjata api rakitan sekaligus menembak petugas, Dea Nabila dan Isnan Melani Pebriansyah alias Roby membawa senjata api rakitan serta memprovokasi warga, Nimu membawa tombak dan memprovokasi warga, M. Lupie menembak petugas serta membawa parang, Bio sebagai bandar yang turut menyerang petugas, Ramblan selaku pengedar sabu yang ikut menembak petugas serta Perie yang membawa mandau dan ikut menembak petugas.

Eko pun menjelaskan rumah Bio di Tumbang Kalemei menjadi lokasi transaksi dan penyalahgunaan sabu hingga menjadi sasaran operasi tim Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan.

Namun Bio bersama komplotannya melawan dengan menggunakan senjata api rakitan, parang, mandau, tombak, dan senjata tajam lainnya hingga mengakibatkan tiga polisi tewas.

Mereka ialah Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Ipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.