WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Suami korban pembunuhan N (38), Suriansyah, menilai reka adegan kasus yang digelar Satreskrim Polres Banjar belum sepenuhnya sesuai dengan keyakinannya.

Reka adegan itu memperagakan rangkaian peristiwa pembunuhan yang menewaskan istrinya di area persawahan Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Meski demikian, Suriansyah tetap berharap proses hukum terhadap tersangka AS (60) berjalan hingga putusan dengan hukuman seberat-beratnya.

Suriansyah mengaku masih mempertanyakan motif pembunuhan yang diperagakan dalam rekonstruksi dengan 19 adegan tersebut.

Kada sesuai. Soalnya amun sakit hati, kenapa sampai membunuh? Aturannya kan masih bisa diperdebatkan dulu, bermusyawarahan. Amun sekadar sakit hati itu kada mungkin,” ujarnya saat diwawancara seusai rekonstruksi, Kamis (16/7/2026).

Ia juga meragukan keterangan penyidik yang menyebut percekcokan bermula karena tersangka menginjak bedengan sawah hingga korban melontarkan kata "bungul."

”Bedengan itu jauh di atas. Kada ada menginjak sawah, bekas injakan gin kada ada jua,” katanya.

Menurut Suriansyah, dugaan motif yang diyakininya berbeda dengan hasil penyidikan yang disampaikan kepolisian.

”Ya pemerkosaan lah kira-kira motifnya,” ucapnya.

Meski memiliki keyakinan tersebut, ia mengakui tidak memiliki saksi yang melihat langsung peristiwa pembunuhan tersebut.

”Saksinya ya sidin (tersangka) aja lagi yang ada. Bini ulun kan kada ada lagi ditakuni. Saksi lain kada ada lagi yang melihat kejadian, jadi ya sehandak sidin,” ucapnya.

Suryansyah juga menceritakan detik-detik saat pertama kali menemukan istrinya di area persawahan.

Awalnya ia mengira korban hanya pingsan karena kondisi di lokasi sudah mulai gelap.

”Perkiraan ulun inya pingsan haja. Pas ulun angkat, tangan ulun menyentuh darah, langsung ulun minta bantuan,” tuturnya.

BACA JUGA: 19 Adegan Kasus Pembunuhan IRT di Pengaron Banjar Diperagakan, Terungkap Kronologi Hingga Hasil Visum

BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Pengaron Banjar, Polisi Jelaskan Alasan Suami Korban Sempat Diperiksa

Kecurigaan mulai muncul karena istrinya tidak kunjung pulang hingga menjelang malam, padahal biasanya telah berada di rumah sekitar pukul 17.00 Wita.