WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Selatan menggelar Program SMK Go Global digelar di Balai Latihan Kerja BLK Kalsel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (8/9/2026). 

Program tersebut memberikan pelatihan Bahasa Jepang dan caregiver
bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti mengatakan, program SMK Go Global merupakan kolaborasi pemerintah dengan pihak terkait untuk menjembatani calon pekerja Indonesia dengan pasar kerja global secara legal, prosedural, dan terlindungi.

Menurutnya, pelatihan memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan kompetensi, khususnya penguasaan keterampilan utama, pembentukan karakter, serta kemampuan bahasa asing sesuai standar negara tujuan.

Ia berharap peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memperoleh sertifikasi dan pemahaman mengenai standar kerja internasional. 

Dengan demikian, proses penempatan kerja ke luar negeri dapat dilakukan secara resmi, aman, dan mendapatkan perlindungan yang memadai.

Irfan menjelaskan, program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa dan lulusan SMK, tetapi juga mahasiswa serta lulusan perguruan tinggi yang memiliki minat dan potensi bekerja di luar negeri.

Video: Bandara Soekarno-Hatta Buka Lagi, Penerbangan dari Banjarmasin Kembali Normal

Baca juga: Pulang Umrah, Rombongan Banjarmasin Dialihkan ke Aceh Gegara Abu Vulkanik Anak Krakatau

Perluasan sasaran peserta tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan talenta muda dari berbagai latar belakang pendidikan agar memiliki kompetensi dan daya saing untuk memasuki pasar kerja internasional.

“Pembekalan kompetensi menjadi penting karena kebutuhan tenaga kerja global terus berkembang seiring perubahan teknologi, tuntutan industri, dan standar pekerjaan yang semakin tinggi,” ujar Irfan.

Ia menekankan pentingnya penguasaan kompetensi, sertifikasi, standar kerja global, serta pemahaman terhadap proses penempatan yang aman dan prosedural. 

Bekal tersebut diharapkan menjadikan generasi muda tidak sekadar sebagai pencari kerja, tetapi mampu tampil sebagai tenaga kerja profesional dan berdaya saing.