Saham Nvidia Melemah, Investor Beralih ke Produsen Chip Memori
WARTABANJAR.COM - Valuasi produsen Graphics Processing Unit (GPU) Nvidia anjlok sekitar 1 triliun dollar AS (sekitar Rp 18.046 triliun), hanya dalam waktu kurang dari dua bulan. Penurunan itu membuat valuasi saham Nvidia kembali ke level terendah, sejak sebelum ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendongkrak harga saham perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Bloomberg, pelemahan harga saham Nvidia lebih dipicu oleh perubahan strategi investor di sektor AI.
Jika sebelumnya dana investasi banyak mengalir ke Nvidia sebagai pemimpin pasar chip AI, kini investor mulai mengalihkan dana ke perusahaan semikonduktor lain, terutama produsen chip memori seperti Micron Technology, yang mendapat keuntungan dari melonjaknya harga chip memori.
Selain Micron, saham pesaing Nvidia seperti AMD dan Intel juga telah melonjak dua hingga tiga kali lipat sepanjang 2026.
"Sentimen pasar berubah. Perusahaan yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan seperti Micron kini justru menjadi sorotan," kata Direktur Riset Fulton Breakefield Broenniman, Michael Bailey.
Meski harga sahamnya tertekan, posisi Nvidia di industri AI sebenarnya tidak banyak berubah. Perusahaan yang dipimpin dan didirikan oleh Jensen Huang ini, masih menguasai sekitar 97 persen pasar GPU server global pada akhir 2025, naik dari 95 persen setahun sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg Intelligence.
Permintaan terhadap GPU Nvidia juga tetap tinggi seiring pembangunan data center AI di berbagai negara.
Baca Juga: iPhone 17 Pro Max Masuk Kapsul Waktu, Akan Dibuka 250 Tahun Lagi
Baca Juga: Diluncurkan Agustus Nanti, Begini Bocoran Fitur Antarmuka Xiaomi HyperOS 4
Bloomberg memperkirakan Nvidia mampu membukukan laba sekitar 228 miliar dollar AS (sekitar Rp 4.119 triliun) dengan pendapatan mencapai 393 miliar dollar AS (sekitar Rp 7.104 triliun) pada tahun fiskal 2027 yang berakhir Januari 2027.
Angka tersebut masing-masing meningkat sekitar 90 persen dan 82 persen dibanding periode sebelumnya.
Proyeksi laba Nvidia bahkan telah direvisi naik sekitar 13 persen dalam tiga bulan terakhir. Direktur Riset Ekuitas Huntington Bank, Randy Hare, menilai harga saham Nvidia saat ini justru terlihat murah dibanding prospek pertumbuhan bisnisnya.