WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan menegaskan pendataan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan pajak, dan seluruh data individu yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul masih adanya sebagian masyarakat dan pelaku usaha yang khawatir memberikan informasi kepada petugas saat proses pendataan.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, saat meninjau pendataan pedagang di Pasar Bauntung, Kota Banjarbaru, Kamis (09/07/2026).

Mukhanif mengatakan, kekhawatiran pendataan berkaitan dengan pajak masih menjadi salah satu kendala yang ditemui petugas di lapangan.

”Kami sampaikan bahwa pendataan ini tidak ada kaitannya dengan pajak sehingga masyarakat tidak perlu takut,” ujarnya.

Selain persoalan pajak, sebagian masyarakat juga masih khawatir data pribadi yang diberikan dapat tersebar atau disalahgunakan.

”Mungkin ada yang takut data individunya bocor. Padahal kami menjamin data individu itu rahasia dan tidak mungkin diekspos,” katanya.

Mukhanif membenarkan petugas turut menanyakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam proses pendataan.

Baca Juga: Percepat Proses Sensus Ekonomi, BPS Kalsel Sasar Pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru

Baca Juga: U-Turn Jalan Angkasa Banjarbaru Ditutup, Dishub Kalsel Beberkan Hasil Kajian

”Memang petugas menanyakan NIK. Namun, kalau tidak bersedia memberikan KTP tidak masalah dan tidak ada paksaan,” jelasnya.

Menurutnya, responden cukup mengonfirmasi nomor identitas kepada petugas tanpa harus menyerahkan dokumen kependudukan.

”Cukup mengonfirmasi NIK-nya, itu juga sudah,” lanjut Mukhanif.

Sementara itu, Tim Pendataan dan Manajemen Lapangan BPS Kalsel, Eddy Erwan Nopiannor, menilai sosialisasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan, menyusul adanya informasi yang tidak tepat di media sosial.

”Mungkin masih ada ketidaktahuan karena berita-berita miring di media sosial. Itu yang perlu kami jelaskan,” ungkapnya.

Eddy menegaskan, pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi dan keluarga masyarakat.

”Sensus ini tujuannya hanya ingin mendapatkan potret ekonomi dan keluarga. Tidak ada kaitannya dengan hal lain,” bebernya.

Ia memastikan informasi yang dihimpun tidak akan disajikan dalam bentuk data pribadi responden.