WARTABANJAR.COM, LONDON – Sebanyak 14 negara melaporkan terjadinya wabah salmonella yang diduga berkaitan dengan mi instan rasa ayam.
Seperti dilaporkan Mirror yang dikutip pada Selasa (7/7/2026), setidaknya ada 106 kasus terkait wabah salmonella.
Disebutkan sudah ada puluhan orang yang mayoritas anak-anak yang harus menjalani perawatan di rumah sakit imbas wabah tersebut.
Adapun wabah salmonella dilaporkan mulai terdeteksi pada November 2025 lalu.
Badan keamanan pangan Eropa atau European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menyatakan produk mi berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi lintas negara yang hingga kini masih menyebar itu.
Dari 106 kasus yang ditemukan, sekira 50 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Dan, dari jumlah tersebut, 33 kasus dialami anak-anak berusia di bawah 10 tahun.
Baca Juga: Gula Sebabkan Anak Tantrum, Ketahui 10 Penyebabnya
Baca Juga: 5 Penyakit Mengintai Jika Konsumsi Sosis Berlebihan, Bisa Kanker
Meski nama produsennya tidak disebutkan, namun kabar yang santer beredar menyebut perusahaan di Ukraina.
Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, perusahaan internasional Reeva Foods mengatakan terdapat dugaan temuan salmonella pada salah satu batch mi instannya yang diproduksi oleh perusahaan Ukraina, Euro Food Service.
Mereka pun menegaskan sudah menarik produk tersebut dari peredaran.
“Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami,” kata Reva Foods.







