Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Haruai Tabalong Cek Lahan Jagung Hibrida Poktan Sumber Makmur
Baca Juga: Pemprov Kalsel Pantau Lahan Gambut dan Debit Air Riam Kanan, Antisipasi Karhutla Saat Kemarau
Selain menjadi destinasi wisata keluarga, keberadaan Agrowisata Petik Buah Melon juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Kami bersyukur karena kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi BUMDes dan petani, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa secara keseluruhan,” katanya.
Dengan habisnya seluruh hasil panen, Agrowisata Petik Buah Melon BUMDes Partala resmi ditutup untuk periode panen kali ini.
Namun, Pemerintah Desa Jatuh memastikan program tersebut akan kembali dilaksanakan pada musim panen berikutnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Jatuh bersama BUMDes Partala berencana mengembangkan varietas melon premium, agar nilai ekonomi yang dihasilkan semakin meningkat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak desa berharap dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak, khususnya Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten HST, serta Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
“Keberhasilan ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk terus berinovasi. Kami ingin menghadirkan varietas melon premium dan menjadikan Desa Jatuh sebagai salah satu destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” tutup Nasirul. (wartabanjar.com/Adew)







