WARTABANJAR.COM, BARABAI – Hamparan kebun melon di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), selama tiga hari terakhir dipenuhi ribuan pengunjung. Mereka datang bersama keluarga dan kerabat untuk merasakan sensasi memetik langsung buah melon, dari kebun yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Partala.
Antusiasme masyarakat tersebut berbuah manis. Sebanyak 6,2 ton melon hasil panen periode ketiga berhasil terjual habis, hanya dalam waktu tiga hari pelaksanaan Agrowisata Petik Buah Melon, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak program tersebut diluncurkan.
Kepala Desa Jatuh, Muhammad Nasirul Islam, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa potensi pertanian desa mampu berkembang menjadi sektor ekonomi kreatif, sekaligus destinasi wisata yang diminati masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh hasil panen sebanyak 6,2 ton habis terjual selama tiga hari pelaksanaan agrowisata. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, bahkan banyak pengunjung datang dari luar Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujarnya, Senin (06/07/2026).
Keberhasilan itu bermula dari pengembangan sekitar 2.500 bibit melon yang ditanam di lahan seluas 0,4 hektare. Melalui konsep agrowisata, masyarakat tidak hanya membeli buah, tetapi juga menikmati pengalaman memetik melon langsung dari kebun, dengan harga jual Rp12 ribu per kilogram.
Menurut Nasirul, konsep tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ribuan pengunjung memadati lokasi sejak hari pertama pembukaan, hingga seluruh hasil panen habis terjual.







