WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau, termasuk membuka peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi lahan mulai mengering.

Langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (6/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra mengatakan OMC menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau.

”Memang diharapkan dengan penetapan status siaga ini kita bisa melakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujarnya.

Pelaksanaan OMC, lanjutnya, ditujukan agar bisa menjaga kelembaban lahan gambut maupun kawasan yang rawan terbakar.

Baca Juga Kalsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan Saat Kondisi Buruk

Baca Juga Balap Liar, 9 Sepeda Motor Diangkut Satlantas Polresta Banjarmasin

”Tujuan utamanya membuat hujan buatan sehingga dapat melakukan perendaman pada lahan gambut dan lahan-lahan yang rawan terjadi karhutla di Kalimantan Selatan,” katanya.

Disinggung mengenai durasi status siaga, Ronny menyampaikan penetapan tersebut diberlakukan hingga 31 Oktober 2026.

”Kita memang tidak mengharapkan status siaga ini naik menjadi tanggap darurat. Namun saat ini memang status siaga kita sarankan sampai dengan Oktober,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menambahkan, pemerintah daerah masih terus memantau kondisi lahan gambut sebelum memutuskan mengajukan pelaksanaan OMC kepada pemerintah pusat.

”Kita memerintahkan BPBD dan tim untuk melihat keadaan struktur tanah gambut, apakah masih basah atau sudah kering. Kalau sudah kering, baru kita perlu meminta bantuan kepada BNPB,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga berencana meninjau kondisi debit air di kawasan Riam Kanan pada pekan depan.

Peninjauan dilakukan menyusul adanya rekomendasi agar pembersihan saluran air dilaksanakan lebih awal sebelum memasuki puncak musim kemarau.

”Minggu depan kita rencanakan meninjau Riam Kanan karena saat ini airnya sudah menurun,” jelas Muhidin.