Namun, Pemerintah Desa Jatuh memastikan program tersebut akan kembali dilaksanakan pada musim panen berikutnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Jatuh bersama BUMDes Partala berencana mengembangkan varietas melon premium, agar nilai ekonomi yang dihasilkan semakin meningkat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak desa berharap dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak, khususnya Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten HST, serta Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Keberhasilan ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk terus berinovasi. Kami ingin menghadirkan varietas melon premium dan menjadikan Desa Jatuh sebagai salah satu destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” tutup Nasirul. (wartabanjar.com/Adew)