“Alhamdulillah, hari ini kita meluncurkan layanan Bank Devisa Bank Kalsel atas izin dari OJK dan BI. Tentu dengan adanya layanan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dengan bank lain, sehingga kita bisa melakukan transaksi langsung ke luar negeri,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Bank Kalsel, Rabu (1/7/2026).

Beliau juga mengimbau seluruh pengusaha, HIPMI, Kadin, ASN, pelaku usaha, asosiasi, UMKM, serta masyarakat luas untuk memanfaatkan transaksi langsung di Bank Kalsel.

Dengan beralihnya Bank Kalsel menjadi bank devisa, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan tabungannya di sana demi mendukung kemajuan Bank Kalsel yang lebih baik.

“Selain itu, Bank Kalsel harus terus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh OJK dan BI secara berkesinambungan. Hal ini perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM yang profesional demi kemajuan layanan Bank Devisa Bank Kalsel ke depan,” pungkasnya.

Solusi Menyeluruh untuk Kebutuhan Ibadah, Edukasi, dan Bisnis Global

Kehadiran Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel ini dirancang secara khusus untuk menyasar berbagai segmen masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas finansial lintas negara.

Salah satu manfaat utama yang dihadirkan adalah kemudahan bagi masyarakat yang sedang melakukan persiapan ibadah umrah maupun haji.

BACA JUGA: Segera Jadi Bank Devisa Mulai 17 Juni 2026, Nasabah Bisa Lakukan Berbagai Transaksi Internasional di Bank Kalsel

BACA JUGA: Fachrudin Tegaskan Komitmen Perkuat Bank Daerah dan Percepat Status Bank Devisa

Bagi nasabah yang akan berangkat ke Tanah Suci dan bingung mencari tempat penukaran uang, maka bisa memanfaatkan Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel yang hadir menjadi salah satu solusi utama untuk memenuhi kebutuhan mata uang Riyal (SAR).

Bukan cuma untuk kebutuhan ibadah ke Tanah Suci, layanan Bank Devisa ini juga memberikan manfaat besar bagi kelompok nasabah lainnya, antara lain: