WARTABANJAR.COM, GAMBUT - Kalimantan Selatan masih menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam sekitar 50 hari ke depan sebelum hujan normal diperkirakan datang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan Selatan di Pos Lapangan BPBD Kalsel, kawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (23/9/2026) siang.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, kondisi karhutla di Kalsel masih menjadi tantangan. 

”Meski berdasarkan data yang kami miliki, kondisi Kalsel lebih baik dibandingkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,” ujarnya saat ditemui awak media.

Baca juga: ‎Kemarau Panjang Ganggu Pasokan Air Bersih di Upau Tabalong, PT AMTB Siapkan Alternatif

Video: Tim Penyelam Lihat Banyak Jenazah di Kamar Kapal Virgo, Sebagian Terjebak

Oleh karena itu, ia mengapresiasi TNI, Polri, Forkopimda hingga Manggala Agni yang terus bekerja di lapangan untuk mencegah karhutla berdampak kepada masyarakat.

“Insya Allah pemerintah pusat maupun daerah serius ya untuk mengatasi ini,” tegasnya. 

Keseriusan juga ditunjukkan melalui dukungan anggaran dan kekuatan udara yang telah disiapkan untuk penanganan karhutla.

Raja Antoni menyebut pemerintah telah memberikan Rp100 miliar kepada pemerintah daerah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

”Dana tersebut berada di luar anggaran yang sudah tersedia di Kementerian Kehutanan, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup maupun pemerintah daerah,” paparnya. 

Untuk penanganan dari udara, enam helikopter water bombing telah beroperasi di Kalsel.

Selain itu, terdapat dua pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca serta patroli.

Namun, dukungan tersebut masih harus menghadapi kondisi cuaca yang membuat masa rawan karhutla berlangsung lebih panjang.

Raja Antoni menjelaskan laporan terakhir BMKG memperkirakan musim hujan di Kalsel datang lebih lambat akibat fenomena El Nino.

“Bahwa baru 10 hari di bulan November hujan akan datang di Kalsel, artinya masih ada 50 hari lagi nih tanpa hujan normal dan kesiapan untuk memperkuat pasukan darat kita,” ucapnya.