Perusahaan Jepang Berniat Bangun Panel Surya di Bulan, Listriknya Dikirim ke Bumi

Di lokasi tersebut, listrik akan diubah menjadi pancaran gelombang mikro dan laser berenergi tinggi, yang diarahkan ke stasiun penerima di Bumi.

Stasiun penerima, yang dikenal sebagai rectenna, kemudian mengubah gelombang mikro tersebut kembali menjadi listrik arus searah (DC), yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jaringan listrik.

Selain memasok listrik, energi yang dihasilkan juga diklaim dapat digunakan untuk memproduksi hidrogen sebagai bahan bakar dan media penyimpanan energi.

Shimizu memperkirakan Luna Ring mampu menghasilkan hingga 13.000 terawatt daya, atau sekitar 500 kali lebih besar dibanding total konsumsi listrik dunia saat ini.

Pembangunan Luna Ring sebagian besar akan dilakukan oleh robot yang dikendalikan dari Bumi, sementara materialnya diambil dari Bulan langsung.

Pasir Bulan misalnya, akan diolah menjadi beton, sementara serat kaca dan material lainnya diproduksi langsung di lokasi.

Terlepas dari wacana itu, proyek ini masih menghadapi banyak kendala teknis. Misalnya, teknologi pemancar listrik dalam jumlah sangat besar dari Bulan ke Bumi dengan akurasi tinggi, masih dalam tahap penelitian.

Sistem tersebut juga membutuhkan sinyal pemandu dari Bumi, agar pancaran microwave maupun laser dapat tepat mengenai stasiun penerima. Selain tantangan teknis, biaya pembangunan diperkirakan sangat besar. Apalagi proyek ini belum mendapat dukungan pendanaan, termasuk dari pemerintah. (Wartabanjar.com)