Produsen Ponsel OnePlus Bakal Tutup Operasi di Amerika Serikat dan Eropa Minggu Ini

WARTABANJAR.COM – OnePlus dikabarkan akan menghentikan operasinya di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa pada pekan ini.

Jika laporan tersebut benar, langkah itu berpotensi mengakhiri perjalanan OnePlus sebagai merek smartphone global, yang selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai “flagship killer”.

Laporan tersebut pertama kali diungkap media Jerman WinFuture dan kemudian dikutip sejumlah media teknologi, termasuk Android Police, GSMArena, Droid-Life, hingga The Verge.

Menurut laporan itu, induk perusahaan OnePlus, Oppo, disebut akan mengumumkan keputusan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini ditulis, OnePlus belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut.

The Verge melaporkan, perusahaan juga belum menanggapi permintaan komentar terkait rumor tersebut.

Rumor hengkangnya OnePlus dari pasar AS dan Eropa sebenarnya bukan yang pertama muncul tahun ini.

Pada Januari 2026 lalu, sejumlah media teknologi di AS melaporkan bahwa OnePlus tengah menjalani proses restrukturisasi besar.

Baca Juga: AI Deepfake Ancam Penghasilan Artis Jepang, Pelaku Meniru Wajah dan Suara sang Selebritas

Baca Juga: Lamar Kerja di Perusahaan Chip Korea Selatan Ini Tak Perlu Ijazah S1

Saat itu, OnePlus membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa operasional di Amerika Utara, termasuk layanan purna jual dan pembaruan perangkat lunak, tetap berjalan normal.

Namun, berbagai laporan setelahnya kembali memunculkan spekulasi serupa.