WARTABANJAR.COM - Media sosial yang sempat menjadi raja internet pada era 2000-an sebelum dikalahkan Facebook, MySpace, dikabarkan akan mencoba bangkit lagi. 

Kabar tersebut diungkapkan oleh pemilik MySpace saat ini, Chris Vanderhook dan Tim Vanderhook, dalam film dokumenter Myspace garapan Tommy Avallone. 

Keduanya menegaskan, mereka belum menyerah menghidupkan kembali platform media sosial berbasis music-sharing, yang memungkinkan penggunanya mengunggah file musik (di samping foto dan video) yang pernah berjaya tersebut. 

"Kami masih memiliki MySpace. Saat ini kami menjadi penjaga merek (brand) MySpace dan kami akan meluncurkannya kembali. Kami hanya menunggu waktu yang tepat. Kalau nanti gagal, kami akan mencobanya lagi," kata Tim Vanderhook.

Upaya menghidupkan kembali MySpace sebenarnya bukan kali ini saja dilakukan.

Chris dan Tim membeli MySpace dari News Corp pada 2011. 

Baca Juga: YouTuber Promosi Vape Libatkan Anak di Live Streaming, Komdigi Tegur YouTube

Baca Juga: Ponsel Pintar Diprediksi Bakal Makin Mahal, Qualcomm Naikan Harga Chip

Saat itu mereka mengaku membangun ulang platform tersebut dari nol dengan fokus yang lebih kuat pada komunitas musisi, yang dulu menjadi ciri khas MySpace. 

Untuk memenangkan proses akuisisi, keduanya bahkan berhasil menggandeng penyanyi sekaligus aktor Justin Timberlake sebagai investor. 

"Kami membangun MySpace yang benar-benar baru. Kami mencoba memodernisasinya," kata Chris Vanderhook. 

Namun menurut Tim, saat itu kondisinya sudah jauh berbeda dibanding masa kejayaannya.

"MySpace sudah melewati empat kali pergantian manajemen dan CEO. Saat kami datang, kami menjadi yang kelima. Banyak orang di dalam perusahaan saat itu sudah benar-benar lelah," ujarnya. 

Tak lama setelah akuisisi selesai, berbagai masalah mulai bermunculan. Menurut Tim, banyak pengiklan memilih beralih ke Facebook sehingga bisnis MySpace terus merugi. 

"Semua yang bisa salah memang akhirnya terjadi. Semua pengiklan membatalkan kerja sama. Mereka lebih memilih Facebook," kata Tim.