Chris mengungkapkan, akibat hal itu mereka kehilangan lebih dari 150 juta dollar AS atau sekitar Rp2,7 triliun (kurs Rp 18.060 per dollar AS).

MySpace diluncurkan pada 2003 dan sempat menjadi media sosial terbesar di dunia. 

Platform ini populer berkat halaman profil yang bisa "dihias", fitur musik, hingga daftar "Top Friends" atau teman favorit yang menjadi ciri khasnya.

MySpace juga sempat berjasa mengorbitkan karir sejumlah musisi, seperti Arctic Monkeys, Panic! At the Disco, Sean Kingston, dan Kate Nash. 

Pada periode 2005 hingga 2008, MySpace menjadi jejaring sosial paling populer. 

Namun popularitasnya mulai tergeser setelah Facebook tumbuh pesat.

Sebagaimana dihimpun People dan Fox Business yang dikutip Kompas.com, pada 2008 jumlah pengunjung MySpace dan Facebook sama-sama mencapai sekitar 115 juta pengguna per bulan. 

Namun Facebook kemudian melampaui MySpace dalam trafik global, sebelum akhirnya menguasai pasar media sosial pada 2009. 

Eksodus besar-besaran pengguna terjadi pada 2010, dan sejak saat itu MySpace tak pernah lagi kembali ke posisi puncak.

Situs MySpace hingga kini masih dapat diakses, meski aktivitas penggunanya sudah jauh berkurang dibanding masa kejayaannya. 

Hingga kini belum ada informasi mengenai kapan MySpace versi baru akan dirilis, maupun fitur-fitur yang akan dibawanya. (Wartabanjar.com)