Relawan Lebih Dulu Gelar Haul, Simak Profil Guru Kapuh Penerus Guru Sekumpul

Pada 11 Agustus 2021, Guru wafat pada usia 56 tahun.

Dikutip dari uin-antasari.ac.id, berdasar silsilah nasab ibu, Guru Kapuh merupakan zuriat (keturunan) ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datuk Kelampayan.

Ibundanya adalah Hj Jauhar binti H Athaillah bin H Abdul Qadir bin H Sa’duddin atau H Muhammad Tayyib Taniran (Datu Taniran).

Sejak kecil, Guru Kapuh intens mendapat pendidikan agama baik dari orangtua maupun ulama-ulama lain.

Setelah menyelesaikan Pendidikan formal SD hingga SMA, Guru Kapuh belajar di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur.

Di sana, selama 4 tahun beliau mempelajari banyak ilmu seperti Fiqih, Tauhid, Tasawuf, Tafsir, dan Hadits.

Sempat bekerja selama 3 tahun di Sampit, Kalteng, Guru Kapuh kembali ke kandangan.

Di kampung halaman, beliau rutin “mengaji baduduk” di berbagai pengajian ulama setempat, termasuk belajar tasawuf kepada Guru H Saberi di Kandangan dan Guru Muhammad Aini di Rantau, Tapin.

Pada 1992, Guruh Kapuh “nyantri” ke ulama besar Kalsel, Guru Sekumpul yang saat itu masih berada di kampung Keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Selain menimba ilmu, beliau sempat mengajar di Sekolah Menengah Islam Hidayatullah (SMIH) Martapura dan Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Martapura sampai 1998.

Di Sekumpul inilah, Guru Kapuh mendapatkan bimbingan tasawuf dan menjalani suluk melalui tarekat dan amalan-amalan sufi dari Guru Sekumpul.