Hull City Terancam Pengurangan Poin di Awal Musim Liga Inggris 2026/2027
WARTABANJAR.COM - Klub Hull City terancam memulai musim 2026/2027 dengan hukuman pengurangan poin. Klub yang promosi ke Premier League musim ini, harus segera menyeimbangkan keuangan mereka agar tidak melanggar aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).
Keberhasilan The Tigers menembus Premier League, sebenarnya menjadi satu di antara kisah sukses musim lalu.
Mereka finis di posisi keenam Championship, sebelum menyingkirkan Millwall di semifinal play-off dan mengalahkan Middlesbrough pada partai final, untuk mengamankan tiket promosi ke Primiership.
Namun, menurut BBC Sport, Hull mengalami kelebihan pengeluaran sekitar 6 juta paun dalam perhitungan PSR.
Berdasarkan regulasi English Football League (EFL), pelanggaran sebesar itu dapat berujung pada hukuman pengurangan enam poin.
Masalah tersebut muncul akibat bonus promosi yang tercantum dalam kontrak para pemain, setelah klub berhasil naik kasta dari Championship pada akhir musim 2025/2026.
Baca Juga: Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Belum Mendapat Tempat Berlabuh di Liga Italia
Jika Hull gagal mengalahkan Millwall atau Middlesbrough dalam play-off, mereka tidak akan berada dalam posisi melampaui batas kerugian maksimal sebesar 39 juta paun, dalam periode tiga musim dan tidak akan menghadapi ancaman sanksi tersebut.
Untuk menghindari hukuman, Hull harus memperoleh dana sekitar 6 juta paun dari penjualan pemain sebelum 1 Juli 2026.
Pemilik klub, Acun Ilicali, mengakui situasi tersebut secara terbuka.
"Kami memang mengeluarkan pengeluaran berlebih dan harus menjual beberapa pemain sebelum 1 Juli. Saya tidak takut. Kami pernah menghadapi tantangan yang lebih sulit. Bagi kami, situasi ini lebih mudah diatasi," ujar Ilicali.
"Sekarang kami adalah tim Premier League, nilai para pemain kami juga meningkat dan itu menjadi keuntungan bagi kami."
Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menilai kerugian Hull dalam beberapa musim terakhir sebenarnya tidak terlalu besar.
Dalam wawancaranya dengan BBC Sport, ia menjelaskan bahwa pemasukan dari penjualan sejumlah pemain telah membantu menekan kerugian klub.