Hull City Terancam Pengurangan Poin di Awal Musim Liga Inggris 2026/2027
"Mereka melakukan beberapa penjualan pemain yang sangat sukses, dan hasilnya membantu menutupi kerugian tersebut," kata Maguire.
Maguire mencontohkan kasus Nottingham Forest yang pernah dijatuhi sanksi pengurangan poin karena persoalan serupa.
"Tantangan terbesar bagi Hull adalah, seperti yang terjadi pada Nottingham Forest beberapa musim lalu, bonus promosi pemain dihitung dalam perhitungan PSR. Akibatnya, tanpa disadari sebuah klub bisa melampaui batas kerugian 39 juta paun," jelasnya.
Maguire menambahkan total bonus promosi dalam satu skuad umumnya berada di kisaran 10 juta hingga 15 juta paun.
Sementara itu, sejumlah pemain berpotensi dilepas untuk membantu memenuhi target pemasukan sebelum tenggat waktu.
Penyerang Kyle Joseph disebut mampu menghasilkan sebagian besar dana yang dibutuhkan, karena diminati beberapa klub Championship.
Selain Joseph, Hull juga dikabarkan bersedia mendengarkan tawaran untuk David Akintola, Abu Kamara, dan Kasey Palmer apabila ada proposal yang dianggap sesuai.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu pengurangan poin kerap menghantui klub-klub Inggris. Manchester City saat ini masih menghadapi proses terkait dugaan pelanggaran finansial, yang berpotensi berujung sanksi berat apabila terbukti bersalah.
Sebelumnya, Everton juga pernah dijatuhi hukuman pengurangan 10 poin oleh Premier League pada 2023, karena melanggar regulasi keuangan pada musim 2021/2022.
Kasus Everton bahkan berbuntut panjang. Burnley mengajukan gugatan atas potensi kerugian pendapatan setelah mereka terdegradasi, meski tetap mematuhi aturan keuangan.
Pada akhirnya, Everton diperintahkan membayar kompensasi senilai 40 juta paun. (Wartabanjar.com)