Produksi 27 Ribu Telur per Hari, Sentra Itik di Mahang Baru HST Jadi Perhatian Wamenko Pangan RI

“Kita masih memiliki diversifikasi sumber-sumber hewani yang cukup melimpah, di antaranya adalah itik ini,” katanya.

Hanif menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025, yang menetapkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu kawasan ketahanan pangan, energi, dan air.

Karena itu, pemerintah pusat ingin melihat secara langsung potensi-potensi pangan unggulan yang berkembang di daerah, untuk menjadi bahan penyusunan kebijakan dan program penguatan pangan nasional.

“Kami ingin melihat langsung lokasi-lokasinya, sehingga pada saat kita melakukan konsolidasi di tingkat nasional, kita ada bukti-bukti langsung bahwa kita telah hadir dengan kesiapan mendukung Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025,” ungkapnya.

Ia juga menilai sektor peternakan itik di Hulu Sungai Tengah telah menunjukkan hasil yang baik dan layak mendapat dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Semuanya ternyata sudah bekerja dengan cukup hasil. Pemerintah tentu akan mendorong untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya,” tambah Hanif.

Ketua Kelompok Ternak Jaya Bersama yang juga Pembakal Mahang Baru, Muhammad Ansyari, menyambut baik kunjungan tersebut.

Ia mengaku bersyukur karena usaha peternakan yang dikelola masyarakat mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Pak Wamen bersedia menyempatkan waktunya di sela kesibukan beliau untuk berhadir ke klaster desa kami. Ini menjadi semangat bagi para peternak untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.