Produksi 27 Ribu Telur per Hari, Sentra Itik di Mahang Baru HST Jadi Perhatian Wamenko Pangan RI

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Produksi telur itik yang mencapai sekitar 27 ribu butir per hari dari sentra peternakan Kelompok Ternak Jaya Bersama di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menarik perhatian pemerintah pusat.

Capaian tersebut membuat Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung meninjau sentra peternakan rakyat yang menjadi salah satu penghasil telur itik terbesar di daerah tersebut, Senin (15/6/2026).

Dalam kunjungannya, Hanif melihat langsung aktivitas peternak yang tergabung dalam Klaster Jaya Bersama.

Saat ini, kelompok tersebut beranggotakan 21 peternak dengan populasi sekitar 36 ribu ekor itik, dan produksi rata-rata mencapai 27 ribu butir telur setiap hari.

Menurut Hanif, potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, yang tidak hanya bertumpu pada komoditas padi dan jagung, tetapi juga sektor pangan hewani.

“Ketahanan pangan tentu tidak dimaknai hanya dari ketersediaan padi ataupun jagung, tetapi juga ada ketersediaan hewani,” ujarnya.

Baca Juga: Perbedaan Penetapan Awal Muharam, Kemenag Kalsel: Jaga Ukhuwah Islamiyah

Baca Juga: Potensi Kopi Tabalong Menjanjikan, Kebutuhan Bahan Baku Masih Belum Terpenuhi

Ia menilai Indonesia memiliki sumber protein hewani yang beragam, dan perlu terus dikembangkan agar mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.