Ia juga menilai sektor peternakan itik di Hulu Sungai Tengah telah menunjukkan hasil yang baik dan layak mendapat dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Semuanya ternyata sudah bekerja dengan cukup hasil. Pemerintah tentu akan mendorong untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya,” tambah Hanif.

Ketua Kelompok Ternak Jaya Bersama yang juga Pembakal Mahang Baru, Muhammad Ansyari, menyambut baik kunjungan tersebut.

Ia mengaku bersyukur karena usaha peternakan yang dikelola masyarakat mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Pak Wamen bersedia menyempatkan waktunya di sela kesibukan beliau untuk berhadir ke klaster desa kami. Ini menjadi semangat bagi para peternak untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.

Kunjungan tersebut turut disambut Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah unsur Forkopimda.

Bupati Samsul Rizal menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan kontribusi sekitar 23,4 persen, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia menyebut peternakan itik menjadi salah satu komoditas unggulan daerah, yang terus didorong pengembangannya karena memiliki kontribusi nyata, terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Capaian yang ditunjukkan Kelompok Tani Jaya Bersama, menjadi bukti bahwa peternakan rakyat memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya. (wartabanjar.com/Adew)