WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Komoditas kopi di Kabupaten Tabalong dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, kebutuhan bahan baku kopi di daerah yang masih belum terpenuhi, membuka peluang besar bagi petani untuk mengembangkan usaha budidaya kopi.

Melihat potensi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong terus mendorong pengembangan tanaman kopi di sejumlah wilayah.

Upaya ini dilakukan karena pasar kopi di Tabalong masih terbuka lebar, dan permintaan terhadap komoditas tersebut terus meningkat.

Kepala Bidang Perkebunan DKP3 Tabalong, Anik Patsih Wati, mengatakan produksi kopi lokal saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan bahan baku di daerah.

Kondisi ini menjadi peluang bagi petani untuk memperluas budidaya kopi.

Baca Juga: Jabatan Strategis di PT BPR Tabalong Bersinar Ditarget Terisi Tahun 2026

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Tabalong Setuju Raperda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Menjadi Perda

"Informasi terakhir yang kami terima, memang untuk Tabalong sendiri masih kekurangan bahan baku. Makanya, kita terus berproses untuk pengembangan tanaman kopi. Selain karena memang permintaan kelompok tani terhadap komoditas itu semakin banyak, terkait pemasarannya juga sudah tersedia," ujar Anik, Selasa (16/6/2026).

Menurut dia, pengembangan tanaman kopi kini tidak hanya difokuskan di wilayah utara Tabalong, tetapi juga mulai diperluas ke wilayah tengah seiring meningkatnya minat kelompok tani terhadap komoditas tersebut.

Anik menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah pelaku usaha dan UMKM pengolah kopi di Tabalong, yang masih membutuhkan pasokan bahan baku dalam jumlah besar.

"Di wilayah Muara Uya, tepatnya di Santuun, ada pelaku usaha yang bergerak di bidang kopi dan sampai saat ini masih kekurangan bahan baku. Di Lok Batu juga ada pelaku UMKM yang bergerak di bidang kopi, begitu juga di Jaro. Ini menjadi peluang bagi kelompok tani kita. Apabila nanti sudah berproduksi, ketiga lokasi ini siap menampung hasilnya," katanya.