WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebuah video yang memperlihatkan ribuan ayam pedaging mati di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara perekam menyebut kematian ayam diduga terjadi setelah blower kandang berhenti beroperasi, saat terjadi pemadaman listrik.

“Nah, fit, 5.000 mati. Mati blower semalam mati lampu, masih banyak lagi di dalam. Kalau tidak dibuang, buruk wara naya,” ucap perekam sambil memperlihatkan tumpukan ayam mati dalam video yang beredar.

Informasi tersebut dibenarkan Pembakal Aluan Sumur, Nurul Adha, saat dikonfirmasi wartabanjar.com, Senin (27/07/2026).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi di kandang ayam sistem close house milik Saipul Hadi, yang berada di RT 05 Desa Aluan Sumur.

Adha menjelaskan, kejadian berlangsung pada Jumat (24/07/2026) saat terjadi pemadaman listrik, bertepatan dengan waktu Salat Jumat.

“Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 Wita. Generator yang dimiliki peternak mengalami gangguan atau macet, sehingga kipas blower tidak dapat berfungsi. Kondisi itu menyebabkan suhu di dalam kandang meningkat dan ayam mengalami kepanasan,” ujarnya.

Dari sekitar 8.000 ekor ayam yang dipelihara, lebih dari 5.000 ekor dilaporkan mati.

Baca Juga: Pemadaman Listrik dari Kalteng Hingga Kaltim, PLN Janji Perbaikan Selesai pada 1 Agustus 2026

Baca Juga: Pemadaman Listrik di Kalsel, Pengamat Kebijakan Publik ULM: “Kepercayaan Makin Terkikis”

Adha mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman listrik berlangsung lebih dari lima jam, dan waktunya berubah dari jadwal pemberitahuan sebelumnya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami peternak diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.

Ia berharap ada perhatian dari pihak terkait, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat usaha peternakan modern sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan sistem ventilasi kandang.

Hingga berita ini diterbitkan, wartabanjar.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PLN, terkait informasi yang disampaikan peternak dan pemerintah desa. (wartabanjar.com/Adew)