Dia sangat menyayangkan tindakan beberapa akun yang sengaja mengubah konteks awal, menghilangkan judul asli, hingga membubuhkan narasi provokatif yang menyudutkan profesi ASN.

Bahkan, ada akun yang mencampuradukkan video parodi itu dengan dokumentasi liburan lama milik N, sehingga menggiring opini dan melahirkan persepsi keliru di mata publik.

"Kami minta maaf jika konten kami kurang berkenan," ujarnya.

Viralnbya aksi keempat ASN itu menuai sorotan publik, dan membuat Pemerintah Kota Jambi langsung turun tangan.

Plh Kepala Disdukcapil Kota Jambi, A Yani, mengungkapkan bahwa empat ASN tersebut terdiri atas tiga PPPK dan satu PNS.

Mereka sudah dipanggil untuk pembinaan oleh instansi masing-masing, termasuk Inspektorat dan BKPSDMD Kota Jambi.

“Sesaat setelah video itu viral, kami panggil dan lakukan pembinaan,” ujar Yani seperti dikutip msn.com.

Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menambahkan pihaknya telah membentuk tim kode etik untuk menelusuri dugaan pelanggaran disiplin. Pasalnya, ASN memiliki aturan ketat dalam penggunaan media sosial.

“Pada prinsipnya ASN sudah diatur dalam penggunaan media sosial, termasuk larangan menampilkan konten yang tidak mencerminkan etika dan profesionalitas,” jelas Rizalul.

Dalam rekaman video itu, keempat ASN secara bergantian menyebutkan rencana penggunaan gaji ke-13 tersebut untuk berbagai kebutuhan mewah.

Mulai dari DP mobil, emas Antam, iPhone 17 Pro Max, hingga mendaftar haji furoda. “Gaji 13 cair untuk apa?” tanya salah seorang ASN dalam video.

Pertanyaan itu dijawab beragam oleh rekan-rekannya, sebelum akhirnya ditutup dengan kalimat, “Kalau kamu untuk apa?”

Konten tersebut memicu respons luas dari warganet. Banyak yang menilai aksi pamer itu tidak pantas dilakukan oleh ASN, mengingat gaji ke-13 sejatinya diberikan untuk membantu kebutuhan keluarga, terutama biaya pendidikan anak.

Pemerintah Kota Jambi langsung bergerak setelah video itu viral. Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan, menegaskan pihaknya akan memanggil keempat ASN tersebut untuk klarifikasi sekaligus pembinaan.