Gol Bunuh Diri 149 Kali Gemparkan Dunia Sepakbola, Sakit Hati Merasa Dicurangi

“Mereka masih muda dan sangat marah. Mereka melakukannya tanpa benar-benar memikirkan dampaknya.”

Meski memahami alasan di balik aksi protes tersebut, Rasoanaivo tetap menilai hukuman yang diberikan federasi sudah tepat. “Para pemain harus menghormati etika sepakbola apa pun yang terjadi.”

Namun ia juga memahami rasa frustrasi yang dirasakan para pemain SOE saat itu. “Mereka benar-benar sudah muak. Dan itu satu-satunya cara yang mereka temukan untuk menunjukkannya.”

Hingga hari ini, skor 149-0 tetap berdiri sebagai salah satu catatan paling absurd dalam sejarah olahraga dunia.

Bukan karena kualitas permainan atau kehebatan para pemainnya, melainkan karena sebuah aksi protes yang berubah menjadi rekor dunia dan menciptakan kisah yang hampir mustahil dipercaya.

Sebuah pertandingan yang membuktikan bahwa dalam sepakbola, kenyataan terkadang jauh lebih aneh daripada fiksi. (Wartabanjar.com)