Gol Bunuh Diri 149 Kali Gemparkan Dunia Sepakbola, Sakit Hati Merasa Dicurangi

Situasi di stadion perlahan berubah menjadi kekacauan. Sebagian suporter yang datang untuk menyaksikan pertandingan mulai marah. Mereka merasa tertipu karena pertandingan berubah menjadi lelucon besar.

Ketika wasit tetap membiarkan laga berlangsung hingga selesai, sejumlah penonton bahkan mendatangi loket stadion untuk meminta uang tiket mereka dikembalikan.

Tak lama setelah pertandingan berakhir, Federasi Sepakbola Madagaskar langsung menjatuhkan hukuman berat.

Pelatih SOE, Zaka Ratsarazaka, diskors selama tiga tahun dan dilarang memasuki stadion sepanjang periode tersebut.

Kapten tim Mamisoa Razafindrakoto bersama beberapa pemain lainnya, juga mendapat hukuman larangan bermain hingga akhir musim dan dilarang memasuki stadion.

Sementara pemain lain mendapat peringatan keras, agar tidak mengulangi tindakan serupa. Menariknya, wasit yang memimpin pertandingan tersebut justru tidak menerima hukuman apa pun, meski membiarkan pertandingan berlangsung dalam situasi yang jelas tidak normal.

Lebih dari dua dekade berlalu, insiden tersebut masih menjadi bahan pembicaraan setiap kali nama SOE disebut.

Rasoanaivo mengaku sahabatnya, Razafindrakoto, masih merasa canggung ketika ditanya soal pertandingan tersebut. “Saya tidak tahu apakah dia menyesal atau justru bangga dengan apa yang mereka lakukan.”

Namun satu hal yang pasti, menurut Rasoanaivo, para pemain saat itu bertindak karena emosi yang sudah memuncak.