Di beberapa foto tangkapan layar percakapan yang diunggah akun itu, diketahui bahwa pelaku mengaku dari suku Dayak Payau, bermukim di dekat Sungai Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat.

Admin Kami Dayak Kalbar mengatakan ingin menyantet targetnya, lalu dijawab apakah santetnya ingin korban sakit-sakitan saja atau sampai mati.

Pelaku mengatakan lagi jika ingin target sampai mati bayarannya Rp 500.000 dengan reaksi hanya beberapa jam.

"Kurang dari 5 jam langsung kena ke target," katanya.

Dia juga meminta agar dikirimi foto dan nama lengkap target, lalu meminta pembayaran secara daring atau transfer.

Ia lalu mengirimkan nomor rekening dan nama pemilik akun banknya untuk pengiriman uang tersebut.

Diketahui di tangkapan layar itu, pemilik rekening bernama Krista.

Setelah, barulah akun Kami Dayak Kalbar mengaku bahwa ia sebenarnya hanya menjebak pelaku sebagai barang bukti pelaporan bahwa aktivitas perdukunannya mengatasnamakan suku Dayak sudah mencoreng nama baik suku tersebut.

Setelah tahu dijebak, pelaku kemudian terdengar marah dari pesan suara yang dikirimnya di percakapan WA tersebut.

Dari pantauan wartabanjar.com hari ini, akun pelaku bernama @pengobatan.dayak tidak bisa lagi ditemukan di Instagram.