Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

WARTABANJAR.COM — Zakat fitrah merupakan ibadah khusus yang diwajibkan pada bulan suci Ramadan sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa.

Batas akhir pembayaran zakat fitrah yang sah adalah sebelum salat Idulfitri dimulai. Waktu terbaik adalah pada malam Idul Fitri hingga pagi sebelum salat Id.

Dasar kewajiban zakat fitrah dijelaskan dalam salah satu redaksi hadis berikut: 

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ، عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ، ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan atas setiap orang Muslim, baik dia itu merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan, yaitu satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.” (HR Muslim).

Baca Juga Jalan Lupa, Amalan di Malam Lailatul Qadar atau 10 Malam Terakhir Ramadhan

Dalam penjelasan Syekh Abu Syuja’ berdasarkan hadis di atas, takaran zakat fitrah yang wajib dikeluarkan masing-masing orang Muslim adalah satu sha’ atau dengan takaran lima rithl dan sepertiga makanan pokok setiap daerahnya.

Misalnya, jika di Indonesia umumnya adalah beras, sebagian lainnya sagu, gandum, atau lainnya, maka makan pokok tersebut yang dijadikan zakat fitrah sebesar satu sha’ dengan takaran lima rithl dan sepertiga.