Jalan Lupa, Amalan di Malam Lailatul Qadar atau 10 Malam Terakhir Ramadhan

WARTABANJAR.COM – Umat Islam terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, berlomba-lomba meraih malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar, terutama memohon ampun kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadis berikut:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، مَا أَدْعُو بِهِ؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, ia pernah bertanya: Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca? Rasulullah SAW lalu menjawab: Bacalah ‘Allahumma innaka ’afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.’” (HR at-Tirmizi).

Baca Juga Heboh! Diduga Oknum Kades di Balangan Terekam Aksi Tak Pantas Saat Live TikTok, Netizen: “Pecat!!”

Hadis ini menunjukkan bahwa memohon ampun kepada Allah merupakan salah satu amalan utama pada malam Lailatul Qadar. Para ulama juga menjelaskan bahwa memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya menerangkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah berdoa dengan sungguh-sungguh.

Beliau bahkan mengutip pendapat para kibar at-tabi’in (pembesar kalangan tabi’in) Imam Sufyan ats-Tsauri, yang menyatakan bahwa berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih ia sukai daripada mendirikan shalat.

Pernyataan demikian maksudnya menegaskan bahwa memperbanyak doa memiliki keutamaan tersendiri pada malam yang penuh keberkahan itu.

Terlebih, jika doa tersebut disertai dengan membaca Alquran dan memohon kepada Allah dengan penuh harapan, maka hal itu merupakan amalan yang sangat baik:

وَأَمَّا الْعَمَلُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: الدُّعَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ. قَالَ: وَإِذَا كَانَ يَقْرَأُ وَهُوَ يَدْعُو وَيَرْغَبُ إِلَى اللَّهِ فِي الدُّعَاءِ وَالْمَسْأَلَةِ لَعَلَّهُ يُوَافِقُ. انْتَهَى. وَمُرَادُهُ أَنَّ كَثْرَةَ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةِ الَّتِي لَا يُكْثِرُ فِيهَا الدُّعَاءَ، وَإِنْ قَرَأَ وَدَعَا كَانَ حَسَنًا